Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Selasa, 17 Juli 2012 0 komentar

Mahasiswa Muslim Thailand Pilih Studi di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelajar muslim dari Thailand lebih memilih melanjutkan studi di perguruan tinggi Islam Indonesia. Hal itu nampak dari 119 mahasiswa muslim Thailand yang mendaftarkan diri ke 13 perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia.

Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Gunawan Suryoputro, mengatakan, alasan rata-rata mahasiswa muslim Thailand memilih perguruan tinggi Islam di Indonesia adalah kemiripan budaya dan kondisi sosial kedua negara. Hal itu membuat para mahasiswa Thailand kerasan mengenyam pendidikan di Indonesia. Uhamka Jakarta sendiri tahun ini menerima 15 mahasiswa baru dari Thailand.

"Dari segala sisi, mereka lebih nyaman dan merasa at home kuliah di Indonesia, padahal secara jarak, mereka lebih dekat ke Malaysia," kata Gunawan di Kampus Uhamka, Jakarta, Selasa (26/6/2012).

Tahun ini, dari 119 mahasiswa muslim Thailand yang mendaftar, tercatat 71 mahasiswa diterima di 13 perguruan tinggi Muhammadiyah. Kampus tujuan mereka antara lain Uhamka Jakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Demikian pula Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Jember, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Gunawan mengatakan, faktor kegagalan mahasiswa Thailand pada umumnya terletak pada minimnya kemampuan bahasa Inggris dan Indonesia. Faktor lainnya adalah pengetahuan dasar sains bagi mereka yang memilih program studi farmasi, kedokteran gigi dan umum. "Padahal, sebelum ke Indonesia mereka telah belajar bahasa Indonesia selama beberapa bulan di sana," ujarnya.

Dengan alasan itu, para mahasiswa asal Thailand disarankan mengambil mata kuliah umum terlebih dahulu di awal semester. Baru pada semester berikutnya para mahasiswa ini diperbolehkan untuk mengambil mata kuliah yang khusus dengan program studinya. "Ini kan untuk memudahkan mereka, di semester berikutnya baru kita perbolehkan mengambil mata kuliah yang sesuai dengan program studinya," kata Gunawan.

Kamis, 05 Juli 2012 0 komentar

Mahasiswa UNY Ciptakan Robot Pelacak Bom

Tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang berhasil menciptakan robot pelacak bom.

Sekelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta menciptakan robot pelacak bom. Ketua kelompok Doni Ermawan, Jumat (21/6/2012), di Yogyakarta, mengatakan, robot itu diharapkan dapat mempermudah pencarian benda yang dicurigai sebagai bom. Namun, robot pelacak itu bukan untuk mencari bom yang diletakkan di beberapa tempat oleh teroris.


"Robot itu dikendalikan secara manual dengan komputer dari jarak jauh, dan dapat memberikan gambar keadaan di sekitarnya," kata Doni.


Doni menjelaskan, robot itu belum mampu mendeteksi keberadaan bom dalam skala besar yang diletakkan di beberapa ruang tertentu, karena belum peka terhadap sensor dinding.


"Fungsi utamanya adalah mendeteksi adanya benda yang dicurigai sebagai bom pada radius 100-200 meter," kata Doni.


Robot itu diciptakan dengan suku cadang yang sudah ada di dalam negeri. Di antaranya motor penggerak, motor servo sebagai lengan penjepit benda yang terdeteksi sebagai bom, pengendali, kamera atau webcam, sensor, dan kontroler.


"Selain itu, ’software’ (perangkat lunak) yang digunakan untuk mendukung proses kontrol. Perangkat lunak itu berfungsi menggerakkan robot dari jarak jauh," katanya.


Menurut dia, bahan yang paling mahal dan vital digunakan pada robot adalah motor penggerak yang berfungsi sebagai kaki robot. Kekuatan robot terletak pada dua hal, yakni motor penggerak dan webcam yang diletakkan di atas robot. Motor penggerak bisa menjadi alat penggerak robot melewati jalan berbatu dan berkelok, sedangkan kamera untuk melihat keadaan di sekitar area yang terdeteksi terdapat bom.


"Gambar-gambar yang tertangkap kamera itu nanti akan diproses dan dikontrol melalui perangkat lunak di ’notebook’," katanya.


Mahasiswa lainnya, Hadi Sutrisno mengatakan, robot kreasi mereka masih berupa prototipe. Ke depannya, bentuknya akan dimodifikasi agar terlihat lebih baik dari sebelumnya. Akan tetapi, menurut dia, bentuk robot yang menyerupai mobil perang layaknya tank itu akan terus dipertahankan. Selanjutnya akan ditambah beberapa fasilitas yang mendukung komunikasi dan kontrol terhadap robot yang lebih maksimal.


"Selain itu, ke depan kami ingin menambahkan sensor logam pada robot, sehingga akurasi dalam mendeteksi benda yang diduga bom menjadi lebih baik," kata Hadi.


Anggota kelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) lainnya yang turut menciptakan robot ini adalah Dedi Hermawan, Endro Tri Nugroho, dan Hasnanto Riantiarno.

Selasa, 03 Juli 2012 0 komentar

400 Tim Berlaga di Pekan Ilmiah Mahasiswa

KRISTIANTO PURNOMO/KOMPAS IMAGES Ilustrasi: Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke-25 akan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Juli 2012 mendatang.

Sebanyak 400 tim Program Kreativitas Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia akan berlaga di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke-25 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 9-14 Juli 2012. Tim-tim yang berkompetisi telah melalui seleksi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


"Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) itu telah lolos seleksi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)," kata Penanggung Jawab Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) Ke-25, Sri Atmaja P Rosyidi di Yogyakarta, Kamis.


Menurut Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini, tim PKM yang lolos seleksi itu terdiri atas 69 PKM-Kewirausahaan, 69 PKM-Karsa Cipta, 92 PKM-Pengabdian Masyarakat, 90 PKM-Penelitian, 70 PKM-Penerapan Teknologi, dan 10 PKM-Gagasan Tertulis.


"UMY sebagai tuan rumah berharap penyelenggaraan Pimnas ke-25 dapat berlangsung sukses sehingga mampu menghasilkan generasi bangsa yang memiliki budaya inovasi untuk membangun karakter bangsa yang mandiri," kata Sri.


Ketua Pelaksana Pimnas, Husni Amriyanto mengatakan, dari 400 tim PKM itu, ada sekitar 2.000 mahasiswa yang akan hadir sebagai peserta dan sebagian besar berasal dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). "Untuk memudahkan para peserta dari luar DIY akan dibuka gerai informasi Pimnas di beberapa titik, antara lain Stasiun Tugu dan Lempuyangan, Terminal Giwangan dan Jombor, dan Bandara Adi Sucipto. Di titik-titik tersebut akan ditempatkan beberapa petugas yang bertugas menjemput peserta menuju penginapan yang sudah disediakan," katanya.


Menurut dia, setiba di Yogyakarta para peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan yang dimulai pada 9 Juli 2012 dengan pawai karnaval di sepanjang Jalan Malioboro sampai dengan Alun-alun Utara. Selanjutnya, kata dia, para peserta akan mengikuti acara pembukaan Pimnas ke-25. Kegiatan itu akan dibuka oleh Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh di Sportorium Kampus Terpadu UMY.


"Setelah acara pembukaan akan dilanjutkan presentasi dari para peserta, pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bazaar Pimnas, pelaksanaan lomba non-PKM," kata Husni.

Sabtu, 23 Juni 2012 0 komentar

DPR: SNMPTN Wajib Tampung Mahasiswa Miskin

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Ujian Masuk PTN - Peserta mengerjakan soal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bidang Ilmu Pengetahuan Sosial di Auditorium Gedung Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia di Depok, Selasa (12/6/2012). Sebanyak 4.000 peserta mengikuti SNMPTN bidang IPS di kampus UI.

         Anggota Komisi X DPR Rohmani menegaskan bahwa Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) wajib menampung calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Selama ini, menurutnya, ujian masuk PTN masih tertutup bagi rakyat miskin.


"Ujian masuk PTN belum transparan dan tertutup bagi rakyat miskin", kata Rohmani, Jumat (22/6/2012), di Jakarta.


Ia mengkhawatirkan, penyelenggaraan SNMPTN tahun ini akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Penyelenggaraan SNMPTN dinilai Rohmani tidak dilakukan secara transparan dan hanya mengedepankan sisi komersial dibandingkan nilai intelektualitas. Selain itu, ujian masuk bagi calon mahasiswa baru juga belum terkoneksi dengan baik. Akibatnya, lanjut Rohmani, SNMPTN dijadikan kesempatan oleh perguruan tinggi untuk menjalankan ujian mandiri yang belum jelas standarisasinya.


"Pemerintah, PTN dan Komisi X DPR RI perlu rembuk bareng untuk memikirkan konsep terbaik tentang prosedur penerimaan mahasiswa baru. Jangan pemerintah dan PTN jalan sendiri-sendiri," katanya.


Rohmani menambahkan, ia menyambut baik penyelenggaraan ujian mandiri bersama yang akan diselenggarakan pada tahun 2013. Dengan syarat dijalankan secara tertib, terbuka dan adil.


"Ujian mandiri harus kita dukung selama memberi jalan terang bagi calon mahasiswa yang tidak mampu tapi punya prestasi," katanya.
Seperti diberitakan, PTN mendukung ujian mandiri bersama yang direncanakan akan dimulai pada tahun 2013. Kebijakan itu untuk mengantisipasi penghapusan seleksi nasional mahasiswa PTN melalui jalur tertulis.

 
;