Tampilkan postingan dengan label Program. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Program. Tampilkan semua postingan
Senin, 02 Juli 2012 0 komentar

Program Studi Bukan Favorit Banyak Peminat

M.LATIEF/KOMPAS.COM Pada tahun akademik 2011/2012 ini, UI menawarkan 55 program studi (prodi) yang dibagi ke dalam tiga rumpun ilmu, yaitu Rumpun Ilmu Kesehatan, Rumpun Ilmu Sains Teknologi dan Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora.

Program studi ”bukan favorit” di sejumlah perguruan tinggi negeri tetap diminati calon mahasiswa lewat jalur ujian mandiri. Meski demikian, jumlah peminat tidak membeludak dibandingkan program studi yang dianggap lebih mudah mencari kerja.


Muhammad Anis, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI), di Jakarta, Kamis (21/6), menjelaskan, jalur mandiri tiap perguruan tinggi negeri (PTN) bukan cuma jalurnya yang berbeda, melainkan juga pembiayaan. ”Kalau di UI yang masuk lewat jalur seleksi nasional ataupun Seleksi Masuk (Simak) UI, pembiayaan sama, berdasarkan kemampuan orangtua atau BOP (biaya operasional pendidikan) berkeadilan,” kata Anis.


Program studi yang dianggap kurang favorit, misalnya arkeologi, sastra jawa, sejarah, atau filsafat, tetap ditawarkan di jalur mandiri UI yang dinamakan Simak UI dan peminatnya sekitar 20 persen di atas daya tampung.


”Daya tampung terpenuhi, tetapi peminatnya tak membeludak seperti di program studi favorit,” kata Anis.


Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Sudharto P Hadi menyebutkan, program studi, seperti budidaya perairan dan sejarah, kurang diminati. Bahkan, untuk budidaya perairan, kuota di SNMPTN tidak terpenuhi. ”Biasanya daya tampung tetap terpenuhi karena ditawarkan juga di jalur mandiri,” kata Sudharto.


Menurut dia, beberapa program studi terkait perairan dan peternakan yang peminatnya tidak banyak umumnya tetap bisa menerima siswa sesuai daya tampung. Meskipun jalur mandiri di Undip lebih mahal dibandingkan jalur SNMPTN, tetap ada calon mahasiswa yang memilih program studi ini.


Menurut Sudharto, meski biaya di jalur mandiri lebih mahal, penilaian saat menerima calon mahasiswa baru tetap mengutamakan kemampuan akademik.


Dekan Fakultas Ilmu Budaya UI Bambang Wibawarta mengatakan, pemerintah sampai saat ini tak memiliki peta konkret atau strategi pendidikan yang komprehensif 10-20 tahun ke depan.


”Harus jelas dulu apa yang dibutuhkan bangsa ini di masa depan. Lalu, program studi dievaluasi berdasarkan kebutuhan bangsa di masa depan,” ujarnya.


(ELN/LUK)

Kamis, 19 April 2012 0 komentar

Tisnanta Lulus \"Cum Laude\" dari Program Doktor Undip

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com —  HS Tisnanta, dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung yang juga dikenal sebagai Anggota demisioner Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Mesuji, lulus dengan predikat cum laude dalam ujian doktor di Magister Hukum Universitas Dipenogoro, Senin (12/3/2012), di Semarang.

Bertindak sebagai salah satu pengujinya, adalah Ketua TGPF demisioner, Prof Denny Indrayana, yang juga Wakil Ketua Hukum dan HAM. Tisnanta menyampaikan disertasi berjudul Progresifitas Pembentukan Peraturan Daerah yang Berbasis Kesejahteraan Masyarakat (Perspektif Keberpihakan Pemerintah Daerah terhadap Masyarakat Miskin Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Pendidikan Dan Kesehatan).

Adapun bertindak sebagai promotory adalah Prof Arief Hidayat dan co- promotor Prof FX Sugiyanto, MS. Sementara, selain Denny Indrayana, tim penguji antara lain terdiri dari Prof Sudharto P Hadi, Prof Sunarso, dan Prof Yos Johan Utama.

Seperti disampaikan Oki Hajiansyah, mantan asisten Tisnanta di TGPF yang juga turut hadir di dalam ujian promosi dokter, disertasi Tisnanta ini mendapat apresiasi yang sangat baik dari Deny Indrayana.

Dalam paparannya, Tisnanta mengungkapkan visi tertinggi sistem otonomi luas yang diatur UU Pemda adalah kesejahteraan rakyat yang diwujudkan melalui pelayanan. 

Produk hukum daerah (perda) merupakan kerangka legal agar pelayanan menjadi lebih tepat, dekat, dan cepat sehingga terjadi proses akselerasi pembangunan. Namun, fakta menunjukkan adanya "anak haram otonomi"  yaitu kemiskinan.

Perda sering kali tidak mengintegrasikan fakta sosial-ekonomi dengan ide keadilan yang berpihak kepada masyarakat miskin.

"Dibutuhkan landasan akademis dan landasan aksi sebagai terobosan pembentukan perda  yang progresif (yang pro poor), terutama untuk bidang pendidikan dan kesehatan. Karakter progresif pembentukan perda tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab negara  melalui kebijakan welfare policy yang berlandaskan konstitusi. Menjadi kewajiban pemda untuk melakukan pemenuhan hak warga atas pelayanan pendidikan dan kesehatan yang mempunyai karakteristik tersendiri," ungkap Tisnanta.


View the original article here

Sabtu, 31 Maret 2012 0 komentar

Persyaratan Pendaftaran Program Bidikmisi

Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2012;Lulusan tahun 2011 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing- masing PTN;Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;Kurang mampu secara ekonomi sebagai berikut: Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali sebesar-besarnya Rp3.000.000,00 setiap bulan;Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp600.000,00 setiap bulannya; danPendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.Untuk peserta seleksi SNMPTN Ujian Tulis dan Seleksi Mandiri harus memiliki potensi akademik memadai, yaitu masuk dalam 30% terbaik di sekolah (semester 4 dan 5 bagi yang akan lulus tahun 2012 atau semester 5 dan 6 bagi lulusan tahun 2011);Khusus SNMPTN jalur undangan hanya diperuntukkan bagi yang akan lulus tahun 2012 serta memiliki prestasi akademik tinggi dan konsisten berdasarkan pemeringkatan oleh Kepala Sekolah, yaitu masuk di dalam peringkat terbaik di sekolah yang sama pada semester 3, 4 dan 5 dengan ketentuan berdasarkan akreditasi (akreditasi sekolah untuk SMA dan MA atau akreditasi jurusan/bidang keterampilan untuk SMK dan MK), dengan rincian sebagai berikut: Akreditasi A: 50% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;Akreditasi B: 30% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;Akreditasi C: 15% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;Lainnya: 5% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5.Pertimbangan khusus diberikan kepada pendaftar yang memenuhi persyaratan 1 s.d. 6, serta mempunyai prestasi ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler paling rendah peringkat ke-3 di tingkat kabupaten/kota atau prestasi non kompetitif lain yang tidak ada pemeringkatan (contoh ketua organisasi siswa sekolah/OSIS);Potensi akademik dan prestasi yang dimaksud pada butir 5 dan 6 dinyatakan dengan surat rekomendasi Kepala Sekolah/Madrasah atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan Lampiran 2;Pendaftar difasilitasi untuk memilih seleksi nasional dan/atau seleksi mandiri apabila mendaftar ke: Semua jenis seleksi nasional (SNMPTN Undangan dan/atau Ujian Tulis);Seleksi mandiri di 1 (satu) PTN dengan 2 (dua) program studi pilihan

10. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi;


11. Tidak buta warna bagi program studi tertentu.


untuk mendaftar dilakukan secara online disini


Informasi Terbaru


download

 
;