Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Juli 2012 0 komentar

Dana BOS untuk Susu Segar

shutterstock Ilustrasi: Susu segar.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah diharapkan mengalokasikan sebagian dana bantuan operasional sekolah untuk membeli susu segar.

Susu yang bukan olahan ini selanjutnya dibagikan kepada siswa dalam rangka meningkatkan gizi dan memperbaiki kualitas generasi bangsa.  

Harapan itu dilontarkan Wakil Rektor Universitas Indonesia Mohammad Anis, Selasa (26/6/2012), di Jakarta, dalam Seminar Revolusi Putih dan Gizi Anak Bangsa Indonesia. "Dengan pengadaan susu melalui dana BOS (bantuan operasional sekolah), diharapkan kebutuhan susu untuk anak-anak miskin bisa terpenuhi," katanya.  

"Ini merupakan sumbangan pemikiran dari perguruan tinggi untuk pembangunan sumber daya manusia di Indonesia supaya menjadi manusia yang unggul," ujar Anis.

Anis mengatakan, di luar negeri, pemenuhan kebutuhan protein hewani dari susu sangat diperhatikan pemerintah. Di Inggris, misalnya, anak usia di bawah 16 tahun mendapat jatah susu dua botol per hari. Selain itu, mereka juga mendapatkan bantuan uang untuk membeli makan an tambahan penunjang pemenuhan kebutuhan gizi.

Jumat, 20 April 2012 0 komentar

Penyaluran Lewat Kantor Pos untuk Tekan Penyelewengan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan, Subsidi Siswa Miskin (SSM) akan disalurkan melalui kantor pos. Mekanisme itu berlaku untuk semua jenjang penerima SSM.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto menjelaskan, mekanisme penyaluran SSM untuk jenjang SMP/SMA pada awalnya melalui sekolah. Kecuali pada jenjang SD yang langsung diberikan kepada siswa melalui kantor pos.

Akan tetapi, kata dia, mekanisme penyaluran SSM melalui sekolah (untuk SMP/SMA) dianggap tidak efektif dan cenderung memicu praktik penyelewengan. Inilah yang menjadi alasan mengapa selanjutnya SSM akan disalurkan kepada siswa melalui kantor pos.

"Semua akan melalui kantor pos," kata Suyanto kepada Kompas.com, Senin (12/3/2012), di Jakarta.

Suyanto memaparkan, penyaluran SSM melalui kantor pos dipilih karena beberapa alasan, yaitu aman dan mampu menekan timbulnya penyelewengan. Pada pelaksanaannya, setiap siswa berhak mengambil SSM di kantor pos dengan rekomendasi dari sekolah.

Untuk jenjang SD, unit cost SSM per siswa per tahun mencapai Rp 450 ribu, siswa jenjang SMP mencapai Ri 750 ribu, dan siswa jenjang SMA berkisar Rp 1 juta.

"Atas rekomendasi dari sekolah, penerima SSM takkan salah sasaran," ujarnya.

Seperti diberitakan, pemerintah menggelontorkan Rp 3,9 triliun untuk program SSM sebagai upaya menekan angka putus sekolah. Dengan anggaran tersebut, hingga saat ini telah berhasil menyentuh 14 persen jumlah siswa miskin di Indonesia.

Ke depan, melalui APBN Perubahan, jumlah tersebut akan ditambah Rp 2 triliun dengan target mampu menyentuh 23 persen siswa miskin di Indonesia sekaligus mengantisipasi imbas dari naiknya harga BBM.


View the original article here

Minggu, 08 April 2012 0 komentar

Ada 10 Beasiswa untuk Studi di 3 Negara

JAKARTA, KOMPAS.com - Anda ingin melanjutkan studi atau memang tengah mencari beasiswa ke luar negeri? Kesempatan yang diberikan Pemerintah Singapura ini mungkin bisa jadi salah satu yang dicoba!

Pemerintah Singapura membuka kesempatan beasiswa untuk banyak pelajar. Tetapi, hanya ada 10 kursi beasiswa yang dibiayai penuh oleh Pemerintah Singapura. Beasiswa ini diperuntukkan kepada pelajar yang ingin menempuh studi jenjang S-1 dan S-2 di semua program studi.

Program beasiswa ini cukup menarik. Pasalnya, pelajar penerima beasiswa akan melaksanakan perkuliahan di tiga negara, yakni Singapura, Dubai, dan Australia dengan lama waktu yang telah diatur dalam program tersebut.

Informasi lebih lanjut klik situs web http://www.studi-luar-negeri.com/


View the original article here

Rabu, 04 April 2012 0 komentar

Penyaluran Lewat Kantor Pos untuk Tekan Penyelewengan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan, Subsidi Siswa Miskin (SSM) akan disalurkan melalui kantor pos. Mekanisme itu berlaku untuk semua jenjang penerima SSM.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto menjelaskan, mekanisme penyaluran SSM untuk jenjang SMP/SMA pada awalnya melalui sekolah. Kecuali pada jenjang SD yang langsung diberikan kepada siswa melalui kantor pos.

Akan tetapi, kata dia, mekanisme penyaluran SSM melalui sekolah (untuk SMP/SMA) dianggap tidak efektif dan cenderung memicu praktik penyelewengan. Inilah yang menjadi alasan mengapa selanjutnya SSM akan disalurkan kepada siswa melalui kantor pos.

"Semua akan melalui kantor pos," kata Suyanto kepada Kompas.com, Senin (12/3/2012), di Jakarta.

Suyanto memaparkan, penyaluran SSM melalui kantor pos dipilih karena beberapa alasan, yaitu aman dan mampu menekan timbulnya penyelewengan. Pada pelaksanaannya, setiap siswa berhak mengambil SSM di kantor pos dengan rekomendasi dari sekolah.

Untuk jenjang SD, unit cost SSM per siswa per tahun mencapai Rp 450 ribu, siswa jenjang SMP mencapai Ri 750 ribu, dan siswa jenjang SMA berkisar Rp 1 juta.

"Atas rekomendasi dari sekolah, penerima SSM takkan salah sasaran," ujarnya.

Seperti diberitakan, pemerintah menggelontorkan Rp 3,9 triliun untuk program SSM sebagai upaya menekan angka putus sekolah. Dengan anggaran tersebut, hingga saat ini telah berhasil menyentuh 14 persen jumlah siswa miskin di Indonesia.

Ke depan, melalui APBN Perubahan, jumlah tersebut akan ditambah Rp 2 triliun dengan target mampu menyentuh 23 persen siswa miskin di Indonesia sekaligus mengantisipasi imbas dari naiknya harga BBM.


View the original article here

 
;